Terkait Pemberitaan Pemotongan Lahan Dapur 12, Warga Merasa Geram dan Akan Mensomasi

batam berita utama hukum

OMN MetroNews.Com, Batam – Adanya pemberitaan aktifitas pemotongan lahan/Cut and Field oleh Media Online edisi tayang 15 April 2020 mendapat reaksi geram dari warga setempat. Pasalnya, pada tulisan tersebut mencantumkan warga yg tidak diketahui siapa orangnya seakan-akan menjadi nara sumber sehingga menimbulkan kekhawatiran dan terkesan keberatan dengan adanya aktifitas pemotongan lahan tersebut.       Penelusuran OneMetroNews kelapangan Minggu (19/04) sekaligus mengklarifikasi warga setempat tentang pemberitaan tersebut, Sh (48), Salah seorang Tokoh Masyarakat yg tinggal tidak jauh dari lokasi proyek mengatakan kepada Media ini bahwa “Setau saya sejak berjalannya aktifitas pemotongan lahan milik pak Zul yang bekerja sudah dua bulan lebih, tidak pernah ada masyarakat yang komplen atau keberatan. Kami tau pak Zul itu orangnya profesional, contohnya dalam pembuatan jalan lintas lory tanah, ada sedikit aja kebun warga yang terkena gilasan lory, maka pak Zul mengganti kompensasinya,” sebut Sh. Begitu juga dengan Fr (38) dan Ah (39) dua tokoh pemuda tersebut juga menyampaikan hal yang sama. Aneh, sambung  Fr (38), di media tersebut mengatakan proyek ini (C and F – Red) baru sekitar semingguan, padahal sudah dua bulan lebih. Jadi terkesan mengada-ada. Kalaupun keberatan, kami warga disini beramai-ramai pasti mendatangi lokasi proyek dan nyatanya tidak ada. Saya yakin masalah warga yang menjadi nara sumber tersebut dan terkesan keberatan itu karangan si oknum wartawan, sengaja mengatasnamakan warga dan sama aja dengan mengadu domba kami, imbuh Fr dengan wajah memerah. Yh (52) Tokoh Pemuda Melayu Raya Sagulung dengan tegas mengatakan: “Aktifitas Cut and Field milik pak Zul masuk dalam wilayah keja kami. Proyeknya sudah berjalan dua bulan lebih dan hampir selesai dan sama sekali tidak ada masalah dengan warga setempat dilingkup proyek. Selama ini pak Zul komit dan profesional, jalan yang dilalui lory proyek selalu disiram dan warga yang terdampak sedikit kebisingan dari suara mesin alat berat, beliau mengulurkan kompensasi.             Terkait tulisan oknum wartawan pada media Online tersebut memang terkesan mengadu domba, karena siapa warga itu kita tidak tau. Dalam waktu dekat ini, Kami Melayu Raya yang mewakili warga Dapur 12 akan mensomasi Media Online tersebut terkait pemberitaan warga yang keberatan yang memicu adu domba.       Zulpendi yang akrab dipanggil dengan pak Zul ketika dikonfirmasi melalu telpon selular, membenarkan masalah ini. Sementara ini dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melarang aktifitas proyek berjalan dikarnakan adanya warga keberatan dan merasa terganggu. Ini hanya miskomunikasi aja dikarnakan pemberitaan di Media Online. Padahal antara saya pemilik dan warga setempat tidak ada masalah sama sekali alias zero problem, Anda (Kru OneMetroNews) boleh buktikan. Pemberitaan itu membuat panik Petugas terkait, jadi buat sementara dihentikan dulu dan insha Allah Selasa atau Rabu kita kerja lagi. Disinggung masalah legalitas lahan dan proyek, bapak yang orangnya kecil namun tegap dan berambut serba putih ini menjelaskan bahwa lahan saya itu seluas 6800 M2, surat kepemilikan lahan lengkap. Nah, masalah legalitas operasional kita hanya berkoordinasi keperangkat Kelurahan dan setingkat dengannya, RT/RW dan warga setempat. Izin upl dan ukl belum bisa diberikan oleh DLH karna status lahan belum uwto. Dikarnakan Yayasan Jurnalis Muslim sudah mendesak untuk segera diratakan dan sejajar dengan jalan besar makanya kita kerjakan. Rencananya Insha Allah lahan ini akan saya bangun sebuah Yayasan Jurnalis Muslim yang bergerak di Bidang Pendidikan berbasis Islam. Dan saya sudah jalin komunikasi dengan pak Andi Asye selaku ketua Yayasan, beliau meminta kepada saya agar kalau boleh lahan tersebut diratakan saja, agar nantinya anak-anak kita nyaman, selesa dan aman dalam menuntut ilmu agama. Zul menambahkan terkait pemberitaan yang katanya dijual ke SMK 5. Itu tidak benar. Untuk diketahui bahwasanya tanah tersebut kami buang tidak jauh dari lokasi proyek sekitar satu kilometer tepat disimpang S dan yg penampungnya punya legalitas field, tegasnya. “Saya tidak pernah membuang tanah tersebut ke SMK 5. Kalaupun ada berarti ini kelakuan oknum sopir dan ini sudah menyalahi”, Zul menjelaskan. Hal senada ketika OneMetroNews menyambangi Kantor Ikatan Jurnalis Muslim Batam yang terletak dibilangan Sukajadi Baloi guna kepentingan Konfirmasi, Andi Asye penjabat Ketua Umum sudah mengetahui dan mengatakan bahwa Masalah pemberhentian sementara oleh DLH itu tidak menjadi masalah sepanjang apa yang kita kerjakan benar dan untuk masyarakat. Itu miskomunikasi aja Insha Allah beberapa hari kedepan sudah beroperasi. Andi juga menyayangkan atas pemberitaan oleh rekan-rekan wartawan dilapangan, seharusnya lebih cerdas dan bijaksana tentang tulisan apa yang akan

Foto
Foto: Musyawarah Masyarakat Dapur 12 – Berita Batam

ditayangkan. “Lokasi tersebut Insha Allah nantinya akan dibangun Sekolah berbasis Islam yang peserta didiknya tidak dipungut biaya. Dan bagi peserta didik yang tinggalnya jauh atau diluar kota, kita akan sediakan tempat tinggal, imbuh Andi. “Dalam pengelolaannya, Yayasan Jurnalis Muslim akan bekerjasama dengan Majelis Ulama Islam Singapura/MUIS”, paparnya. Namun, Andi mengingatkan dan menggaris bawahi bahwa Siapa saja badan atau orang yang ingin mengusik, mengganggu apalagi menghalangi niat mulya ini, saya Andi Asye bersama Kaum Muslimin bermunajat kepada Yang Maha Pemilik Semesta ini agar orang tersebut diberikan Azab Dunia dan masuk lobang kubur alias mati. Al-Multazam.