PENANGKAPAN ENDI OLEH OKNUM LANTAMAL, TOKOH MASYARAKAT DAN WARGA PULAU LABU: “KEPADA BAPAK APARAT, DIMOHON TEGAKKAN HUKUM SEADIL-ADILNYA DAN BERHATI NURANI”

batam berita utama hukum

OneMetroNews.Com, BATAM – Adanya penangkapan Endi (24)  salah seorang warga pulau Labu kelurahan Batu Legong kecamatan Bulang pada Jum’at (22/05) beberapa waktu yang lalu oleh oknum TNI AL Lantamal Tanjung Pinamg menuai kecaman dari tokoh masyarakat dan warga Pulau Labu, warga Pulau Air dan pulau Seraya. Drama penangkapan tersebut bertepatan pada waktu itu Endi  (tersangka-Red ) mengantarkan pesanan minyak atau bahan bakar oleh seorang nelayan yang mesinnya diduga kehabisan bahan bakar.

Penelusuran OneMetroNews.Com Kamis (25/06) ke kediaman Endi guna kepentingan klarifikasi kebenaran isu tersebut. Putra (33) Ketua rt 006 rw 003 pulau Labu sebelumnya memobilisasi dan mengundang tokoh masyarakat dan warga pulau Air, pulau Seraya dan pulau labu  untuk berkumpul ke kediaman Endi. “Sebelumnya saya minta ma’af bang wartawan, saya sengaja memobilisasi dan mengundang tokoh masyarakat dan warga pulau Air, pulau Seraya dan pulau Labu untuk berkumpul di kediaman Endi, agar bang wartawan serta masyarakat luas umumnya  tahu bagaimana reaksi dan tanggapan serta dukungan moral dan pembelaan dari mereka. Dalam penyampaian kronologi berita tentunya kami  transfaran dan tidak ada yang disembunyikan” kata Putra.

Tak berselang lama terlihat para tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta warga  berdatangan kerumah yang telah disediakan. Diperkirakan 100 hingga 150 orang yang hadir. Dikarenakan kapasitas rumah tidak memadai maka sebagian warga berkumpul di teras rumah tersebut. Adapun yang hadir adalah para tokoh masyarakat pulau Labu, pulau Air, pulau Seraya, tokoh Agama Islam dalam hal ini imam mesjid pulau Labu, ketua rt 006, ketua rw 003, ketua Pemuda Karang Taruna serta warga.

Dalam klarifikasi penyampaian kronologi atas kasus tersebut, dipercayakan kepada Aslan  (43) seorang imam mesjid di pulau Labu yang tidak lain adalah abang kandung Endi. Dalam kejadian ini, Aslan sendiri yang mengalami.

Kepada OneMetroNews.Com Aslan menerangkan bahwa pada hari itu, Jum’at subuh sekira pukul 05.00 waktu setempat tanggal 22 Mei 2020 tepatnya dua hari sebelum hari raya Idul Fitri 1441 Hijrah. Saya sedang mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat subuh, Endi datang menemui saya untuk meminjam bot yang saya miliki katanya mau ngantar minyak dikarnakan tidak ada firasat apa – apa dan terburu – buru pergi ke mesjid untuk mengimami sholat subuh berjamaah, sayapun mengiyakan dan memberikan kunci bot tersebut. Bot tersebut berukuran 16 kaki, lebar kurang lebih 2 meter bermesin 15 Pk merek Yamaha. Berselang waktu sekira pukul 10 pagi waktu setempat lanjut Aslan, dia menelepon Endi lewat ponsel, ponsel Endi Aktif tapi tidak dijawabnya. Selanjutnya pukul 11 dan 12 saya kembali menelpon Endi tapi kali ini ponselnya tidak aktif lagi. Saya berfikir, ngantar minyak koq lama sekali sementara bot tersebut mau saya gunakan untuk melaut maklumlah mata pencaharian saya dan juga warga disini adalah nelayan. Dikarenakan rasa takut dan was-was akan terjadi sesuatu terhadap Endi karena cuaca kurang bersahabat dengan meminjam bot pak Rt saya pergi mencari hingga ke perairan Sagulung dan hasilnya nihil. Kemudian pencarian dilanjutkan dan dibantu oleh pak Rt dan warga setempat. Pencarian menelusuri perairan Bulang hingga jembatan satu barelang dan pulau lain yang bersempadan. Hingga pukul 07.00 malam pencarian tak kunjung membuahkan hasil. Selang waktu berjalan kita dapat informasi dari nelayan yang melaut  katanya Endi bersama orang dan arahnya ke Tanjung Uncang. Pencarianpun dilanjutkan hingga pukul 01.00 dini hari waktu  setempat juga hasilnya nihil. Pagi Sabtu hingga siang hari  pencarian kembali dilakukan. Kali ini dibantu oleh warga Pulau Air, warga Pulau Seraya, warga setempat dan Tim SAR Ditpolairud juga tidak berhasil.

Barulah Sabtu sore kita mendapat informasi dari aparat bahwa Endi ditangkap oleh oknum Lantamal Tanjung Pinang Myr  (R) dan malam Minggu diserahkan ke Ditpolairud Polda Kepri yang bermarkas di Sekupang .

Selasa (26/05) saya dan keluarga mendatangi markas Ditpolairud di Sekupang untuk mengkonfirmasi atas penangkapan serta penahan atas Endi. Penyidik Ditpolairud Polda Kepri menyerahkan Surat Penangkapan ke pihak keluarga. Dalam pertemuan tersebut penyidik mengatakan bahwa Endi atau kasus ini dititipkan oleh Myr  (R). Pada Surat Penangkapan tersebut dinyatakan bahwa Endi diduga keras dan menjadi tersangka telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 363 ayat  (2) Jo Pasal 55 ayat  (1).

Dimintai pandangan atas penangkapan tersebut, Rahmat  (56) salah seorang Tokoh Masyarakat mengatakan bahwa, “Setahu saya, Endi itu orangnya baik lagi polos dan pendiam. Saking pendiamnya dia jarang bergaul. Mungkin dia merasa minder karena kekurangannya, maksud saya pendengarannya agak terganggu  (pembawaan sejak lahir). Takutnya apa yang dibicarakan orang atau temannya tidak nyambung. Lagipula kalau berbicara dengannya harus nada tinggi biar dia bisa dengar. Bergaul dengan warga setempatpun boleh dikatakan sangat jarang kecuali ada undangan kenduri do’a selamat barulah dia datang untuk menghadiri. Kesibukannya sama dengan warga pulau Labu yaitu Nelayan. Dia itu orangnya ta’at menjalankan perintah agama atau melaksanakan sholat apalagi abang kandungnya seorang imam mesjid di pulau Labu ini, tegas Rahmat. Jadi, sekali lagi saya tegaskan bahwa Endi tidak mungkin melakukan perbuatan hina itu atau mencuri. Notabennya tidak mungkin Tokoh Masyarakat, Tokoh agama atau imam mesjid, Ketua Rt, Ketua Rw, Tokoh Pemuda serta warga Pulau Labu, pulau Air,  pulau Seraya mau berkumpul dirumah Endi untuk memberikan dukungan moral dan pembelaan kalau dianya  (Endi – Red) tidak benar” tegas Rahmat.

Senada, Ketua Pemuda Karang Taruna pulau Labu, Damri  (33) mengamini ucapan yang disampaikan Rahmat. “Benar sekali apa yang diutarakan pak Rahmat selaku tokoh masyarakat pulau Labu. Saya dan Endi boleh dikatakan teman sepermainan dari kecil, kami sama-sama tumbuh dewasa dikampung ini. Endi itu orangnya sopan dan selalu menjaga perasaan teman mungkin dikarenakan indra pendengarannya kurang sempurna lagi pula seingat saya beliau sama sekali tidak pernah melakukan hal-hal yang memalukan seperti mencuri. Apalagi kami Pemuda Melayu senantiasa berpancang amanah menjunjung tinggi nilai-nilai marwah  atau harga diri”, kata Damri.

Akhirnya Seluruh Tokoh masyarakat dan warga menyimpulkan bahwa atas nama Warga Pulau Labu, pulau Air dan pulau Seraya menyampaikan dari lubuk hati yang paling dalam, Mohon kepada aparat yang menangkap atau menahan saudara kami Endi, tolonglah berfikir secara adil dan kemanusiaan yang berhati nurani. Kami bersedia membuat pernyataan diatas kertas bermaterai bahwa Endi tidak bersalah.

Ketika ditanya tentang langkah terakhir apabila menemui jalan buntu, “PEDULI ENDI”. Dengan serentak semua warga yang hadir menjawab: “KAMI AKAN MOBILISASI MASSA, UNJUK RASA ATAU DEMONSTRASI”.

Terkait masalah hukum yang dihadapi Endi sa’at ini, Zulpendi HN, SH pengamat Hukum dan Kriminal kota Batam angkat bicara. Zulpendi yang khas dengan berambut putih, kepada OneMetroNews.Com Sabtu (27/6) diseputaran Sukajadi mengatakan bahwa “Kuat dugaan saya atas penangkapan Endi atas tuduhan pencurian material kapal tersebut terkesan dipaksakan dan mengada-ada. Secara hukum semua yang dituduhkan kepada terduga pelaku sama sekali belum lengkap. Contoh, pemilik bot yang digunakan Endi untuk mengantar minyak sampai sekarang belum dilidik atau disidik dan satu lagi, beberapa waktu yang lalu saya ada melakukan pembicaraan atau komunikasi kepada salah seorang tersangka, Hariyanto atau yang akrab disapa Anto melalui sambungan telpon genggam. Dalam pembicaraan itu Anto Cs mengakui bahwa tidak pernah melibatkan Endi begitu juga sa’at di BAP oleh penyidik. “Saya meminta Endi untuk mengantar, menjemput serta menjaga bot yang diparkir atau ditambat diupah Rp 700 ribu sebagai biaya pengangkutan dan transportasi serta membuang air yang ada dalam bot saat ditambat atau diparkir. Uang itu bukan hasil dari barang curian yang dituduhkan. Barang-barang tersebut belum sempat dijual namun sudah ditangkap Aparat.  Saya yakin Endi sangatlah terpaksa  mengakui apa yang dituduhkan terhadapnya, bisa aja diintimidasi dan lain-lain sehingga mengaku karna ketakutan dan merasa sakit. Pada sa’at di BAP pun, kami tidak melibatkan Endi”, tegas Anto menjelaskan.

Saya yakin, lanjut Zulpendi menjelaskan, “secara moral hukum dia akan bebas, hal ini dinyatakan dan tertuang dalam Surat Perpanjangan Penahanan oleh Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau dengan Nomor : PRINT-17/I.10.4/F.oh.1/6/2020 atas Permintaan Perpanjangan Penahanan Polda Kepri dengan Nomor: B/101/V/RES.1.24/2020/Ditpolairud Tertanggal 29 Mei 2020 atas nama Tersangka Endi bin Musa. Serta kurang lengkapnya bukti-bukti pendukung lainnya untuk di P 21kan”, sambil menutup pembicaraannya.

Foto: Tokoh Masyarakat dan warga Pulau Labu.
Foto: Isteri dan anak Endi

Hingga berita ini naik tayang, OneMetroNews.Com belum melakukan klarifikasi terhadap aparat terkait atas kasus ini. …..Redaksi……