Menjawab Serangan Erdogan ke Saudi : “Kapan Kami Mendengar Suara Anda?”

breaking news news politik

OMN MetroNews.Com – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengecam para pemimpin Arab dan Muslim karena dianggap menerima atau tetap diam mengenai masalah “Proposal Perdamaian Israel-Palestina” yang digagas Presiden AS Donald Trump.

“Kami tidak akan pernah mengakui atau menerima kesepakatan itu karena bertujuan untuk mencaplok tanah Palestina yang diduduki,” kata Erdogan di Ankara, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Ahad, (2/2/2020).

Erdogan mengatakan membiarkan nasib Yerusalem dan Palestina sepenuhnya dalam cakar berdarah Israel akan menjadi kejahatan terbesar bagi seluruh umat manusia. Erdogan menyoroti pentingnya Yerusalem dan monumen sakral di kota itu bagi Muslim dan Kristen, mendesak semua orang untuk bersuara menentang kesepakatan Trump.

Presiden Erdogan menekankan bahwa masalah Palestina dan Yerusalem adalah masalah bagi semua Muslim. Erdogan mengkritik keras sikap diam Saudi dan pemimpin Arab lainnya, dan bertanya : “Kapan Anda akan mengangkat suara?”

Arab Saudi kebanyakan Anda diam. Kapan Anda akan bicara? Hal yang sama berlaku untuk Oman, Bahrain, kepemimpinan Abu Dhabi. Mereka bahkan pergi dan memberi tepuk tangan di sana. Malulah pada Anda… Beberapa negara Arab yang mendukung rencana semacam itu telah mengkhianati Yerusalem, bangsanya sendiri dan yang paling utama adalah kemanusiaan,” kata Erdogan dengan berapi-api dihadapan para pendukungnya.

Respon dari Arab Saudi

Menanggapi serangan Erdogan, salah seorang pangeran Kerajaan Arab Saudi yang aktif di Twitter, Abdurrahman bin Musa’id, membalasnya:

عبدالرحمن بن مساعد

@abdulrahman

نفذ أولّا ما هددت بتنفيذه تجاه اسرائيل حين أعلن ترامب قبل عام وأكثر نقل السفارة للقدس..كان هذا في تصريح عنتري كتصريحك الآن ..ولكن لم يحدث شيء مما زعمت أنك ستقوم به .. https://twitter.com/ajabreaking/status/1223167220102156288 

الجزيرة – عاجل

@AJABreaking

عاجل | أردوغان: القدس بالنسبة لنا خط أحمر وأي يد تمتد على المسجد الأقصى سنكسرها

Setahun yang lalu, Anda yang pertama kali mengancam Israel saat Trump mengumumkan pemindahan ibu kota Israel ke al-Quds…. Ini adalah pernyataan Ankara persis dengan statemen Anda sekarang… Tetapi, tidak terjadi apapun padahal Anda telah bertekad melakukannya (ancaman tersebut).”

Abdurahman juga memposting sifat hipokrit Erdogan, dengan menunjukkan kemesraannya dengan Israel.

عبدالرحمن بن مساعد

@abdulrahman

أيهما ( فوتوشوب) صُوَرُهُ أم تصريحاته؟!!

View image on Twitter
3,723 people are talking about this

Di jagad Twitter, tidak sedikit netizen Saudi menanggapinya dengan membuka arsip cuitan Erdogan yang membuktikan kepalsuan kata-katanya.

Di antaranya akun Nahlah yang mengungkap twit 2013 lalu. Isinya ancaman Erdogan terhadap Presiden Suriah, Bashar Asad, yang bersumpah membayar mahal karena telah membantai 100 ribu orang. Tetapi sampai hari ini, Turki tidak berbuat apa-apa terhadap Bashar Asad.

عبدالرحمن بن مساعد

@abdulrahman

نفذ أولّا ما هددت بتنفيذه تجاه اسرائيل حين أعلن ترامب قبل عام وأكثر نقل السفارة للقدس..كان هذا في تصريح عنتري كتصريحك الآن ..ولكن لم يحدث شيء مما زعمت أنك ستقوم به .. https://twitter.com/ajabreaking/status/1223167220102156288 

الجزيرة – عاجل

@AJABreaking

عاجل | أردوغان: القدس بالنسبة لنا خط أحمر وأي يد تمتد على المسجد الأقصى سنكسرها

نهله ناصر العنبر??@NahlaAlanbar

ويحكي أن عنترة سبق أن هدد الأسد
وفي رواية أقسم بالله.?https://twitter.com/rterdogan_ar/status/331103469526216704?s=21 

View image on Twitter

رجب طيب أردوغان

@rterdogan_ar

أقول للأسد : لقد اقترب عدد الضحايا الذين قتلوا في سوريا من 100 ألف إنسان، قسما بربي ستدفع الثمن غاليا .

102

Twitter Ads info and privacyJurnalis Abdullah Al-Harbiy Menguliti Erdogan

Serangan Erdogan juga direspon oleh seorang jurnalis Abdullah Al-Harbiy, jurnalis Al-Ikhbariya. Dia membuat potongan video yang menjawab tuntas tudingan presiden Turki tersebut dengan dokumentasi film.

Tontong videonya di bawah ini :

Sumber : Middle East MonitorSaudinesia | Redaktur : Hermanto Deli