HMR Mendengarkan dengan Empati

batam berita utama

BATAM || โ– FOTO di atas didapat ketika H Muhammad Rudi (HMR) bersilaturahmi dengan warga Kampung Bagan, Tanjungpiayu, Kecamatan Seibeduk, Selasa (13/10/2020) pagi.

Saat itu HMR, calon Walikota Batam nomor urut 2 ini, baru tiba di lokasi ketika tiba-tiba datang ibu-ibu menghampirinya.

Suami Hj Marlin Agustina inipun mengajak si ibu duduk di sisi depan panggung. Dari gesturnya ibu berjilbab tersebut tengah meluahkan curahan hatinya.

HMR pun mendengar dengan penuh empati. Empati berasal dari โ€œEinfuhlungโ€ yang secara harfiah berarti merasa terlibat.

Belasan menit berlalu, HMR masih terus mendengar dengan reaksi yang nyaris tanpa banyak mengimbangi pembicaraannya. Si ibu pun merasa nyaman menumpahkan segala keluh kesahnya.

Dia percaya HMR adalah pemimpin yang tepat untuk diajak berbicara dan ini dirasa kesempatan untuk mengungkapkan masalahnya kepada seorang pendengar yang penuh perhatian, membantunya untuk memperoleh sikap baru atas situasi yang dihadapinya.

๐—•๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ถ
Tak sekali ini saja HMR mendengar dengan empati. Dalam catatan kami, hal ini kerap dilakukannya.

Mendengarkan dengan empati juga berarti HMR memberi penghargaan dan membesarkan hati si pembicara.

Seorang pemimpin yang arif sudah seharusnya menjadi pendengar yang memiliki empati terhadap suara rakyat yang didengarnya. Dari sinilah kemudian muncul pemahaman.

Mengutip dari tulisan Redaksi Mustafa di media Kumparan, perilaku memahami tentu saja butuh pengetahuan yang juga baik, oleh karena itu kemampuan bahasa pemimpin untuk memahami bahasa rakyat sangat diperlukan, sehingga semua kalangan bisa didengarkan pendapatnya dan dapat dimengerti dengan baik oleh sang pemimpin.

Kemampuan memahami juga harus menjadikan pemimpin seorang yang rendah hati karena sangat jarang orang yang tinggi hati bisa memahami suara atau pesan yang disampaikan rakyatnya.

Dengan memahami maka masalah yang dihadapi akan dapat diurai dengan baik mulai dari hulu hingga ke hilir sehingga bisa ditunaikan kewajiban apa yang kelak harus dibuat. ***